PROBLEM I (ESSAY TEST)
Soal 1.NIKEL dan
Mineralnya (26 poin)
Di web site PT
INCO (http://www.pt-inco.co.id/) tertulis antara lain:
Endapan nikel laterit di
Soroako terbentuk karena proses pelapukan dari batuan ultramafik yang
terbentang dalam suatu singkapan tunggal terbesar di dunia seluas lebih dari
120 km x 60 km. Sejumlah endapan lainnya
tersebar di provinsi Sulawesi Tengah dan Tenggara.
Pabrik pengolahan PT Inco di Soroako mempunyai kapasitas produksi 72.500
ton nikel setahun. Proses pengolahan
dilakukan untuk menghasilkan nikel matte yaitu produk dengan kadar nikel di
atas 75 persen.
Tahap-tahap utama dalam proses pengolahan adalah sebagai
berikut:
Pengeringan di Tanur
Pengering bertujuan untuk menurunkan kadar air bijih laterit yang dipasok dari
Tambang dan memisahkan bijih yang berukuran +25 mm dan – 25 mm.
Kalsinasi dan Reduksi di
Tanur Pereduksi untuk menghilangkan kandungan air di dalam bijih, mereduksi
sebagian nikel oksida menjadi nikel logam, dan sulfidasi.
Peleburan di Tanur
Listrik untuk melebur kalsin hasil kalsinasi/reduksi sehingga terbentuk fasa
lelehan matte dan terak.
Pengkayaan di Tanur
Pemurni untuk menaikkan kadar Ni di dalam matte dari sekitar 27 persen menjadi
di atas 75 persen.
Granulasi dan Pengemasan
untuk mengubah bentuk matte dari logam cair menjadi butiran-butiran yang siap
diekspor setelah dikeringkan dan dikemas.
- Mineral laterit kandungan utamanya adalah besi, sedangkan nikel hanyalah minor saja. Namun dengan proses pelapukan mineral laterit, akan dapat terbentuk garnierit, suatu mineral yang kaya akan kandungan nikel. Mr garnierit = 691,8 dan kandungan Ni, Mg, Si dan O berturut-turut adalah 33,94 %; 7,026%; 16,23%; 41,62%; sisanya adalah H. Bila diketahui ada 8 H per rumus ‘molekul’ garnierit, tentukan rumus kimia mineral garnielit. (6 poin)
- Jika Nikel matte dianggap terdiri atas nikel dan nikel oksida, dan kadar nikel pada nikel matte adalah 80%, tentukan persen nikel oksida pada nikel matte tersebut. (3 poin)
Untuk berbagai aplikasi, diperlukan nikel yang lebih
murni. Walaupun, tidak dilakukan di INCO, proses pemurnian ini dapat dilakukan
dengan proses karbon monoksida (Mond). Dalam proses ini, nikel dipanaskan dalam
aliran karbon monoksida untuk membentuk senyawa kompleks mudah menguap Ni(CO)4
pada suhu 50 °C. Uap Ni(CO)4 kemudian
didekomposisikan pada suhu 200 °C menghasilkan nikel murni.
c.
Tuliskan reaksi
pembentukan dan dekomposisi Ni(CO)4 lengkap dengan wujud pereaksi
dan hasil reaksinya. (3 poin)
- Tentukan bilangan koordinasi, geometri dan hibridisasi atom pusat dalam kompleks Ni(CO)4. (3 poin)
Kespontanan
reaksi dan posisi kesetimbangan dapat ditentukan dengan menggunakan besaran
energi bebas (G), yang untuk suatu reaksi tertentu perubahan energi bebasnya
dinyatakan dengan persamaan: DG°=DH°-TDS°;
dan DG°= -RT ln K (reaksi
spontan ditandai penurunan energi bebas).
Dari data-data termodinamika Ni, CO dan Ni(CO)4
pada suhu 50 °C
e. Tentukan DG° dan K untuk reaksi pembentukan Ni(CO)4. Dengan demikian tunjukkan bahwa memang pada
50 °C terbentuk Ni(CO)4. (4 poin)
|
Zat
|
Ni(s)
|
CO(g)
|
Ni(CO)4(g)
|
|
DHf°(kJ/mol)
|
0
|
-110,52
|
-602,9
|
|
S298°(J/K/mol)
|
29,87
|
197,56
|
410,6
|
f. Perkirakan nilai DG dan K pembentukan Ni(CO)4 pada 473 K. (2 poin)
g.
Apa efek CO pada pernafasan. (2 poin)
Gas Karbon
monoksida (CO), dapat diperoleh melalui
reduksi gas karbon dioksida (CO2) dengan grafit (C) berlebih :
CO2(g) + C(s) D 2CO(g)
Untuk reaksi pada 700°C, nilai tetapan kesetimbangan dengan tekanan total 1,0 atm adalah Kp = 1,0.
h. Hitunglah tekanan
parsial CO dalam keadaan kesetimbangan. (3 poin)
Soal 2. Gas rumah kaca CO2 dan Kimia
kelautan (14 poin)
Karbon dioksida
(CO2) dikenal sebagai gas rumah kaca dan dipercaya bertanggung jawab terhadap
terjadinya pemanasan global. Di
laut sekitar Makassar banyak tumbuh berbagai jenis terumbu karang, yang sebagian besar strukturnya terbentuk
dari mineral CaCO3. Pertumbuhan terumbu
karang ini mengalami ancaman, yang salah satunya disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi
gas karbon dioksida (CO2) di atmosfir akibat meningkatnya
pembakaran bahan bakar fossil (batubara,
minyak bumi dan gas alam) dan kebakaran hutan.
Seiring dengan meningkatnya konsentrasi CO2 di udara, kandungan
CO2 terlarut dalam air lautan
juga akan meningkat karena gas CO2
di atmosfir dan CO2 di air laut berada dalam
kesetimbangan. Diperkirakan bahwa 50 % CO2 yang diemisikan dari hasil aktifitas
manusia larut dalam air laut/lautan.
Dampaknya adalah turunnya pH air laut sehingga dapat mengganggu
kehidupan biota laut, termasuk terhambatnya pertumbuhan terumbu karang. Meningkatnya CO2 terlarut
mengakibatkan laju pelarutan CaCO3 meningkat
sehingga total struktur terumbu karang rusak atau hilang.
a. Tuliskanlah
reaksi kesetimbangan larutnya gas CO2 dalam air, dan jelaskan
mengapa pH air laut turun bila CO2 larut
dalam air. (3 poin)
b. Dalam air
laut, mengapa semakin banyak CO2 terlarut semakin banyak pula struktur terumbu karang
(CaCO3) yang larut. Jelaskan
dan tuliskan reaksinya.
(2
poin)
Udara di atmosfir terdiri dari
molekul molekul Nitrogen (N2, 21 %) dan Oksigen (O2,78
%), dan gas lain dalam jumlah runutan, termasuk CO2.
Gas CO2 lebih mudah larut
dibandingkan dengan gas O2 dan N2, yang kelarutannya pada 1 atm dan 25 oC
adalah:
– CO2
: 171
cm3/100mL
– O2 : 4,9
cm3/100mL
– N2 : 2,33
cm3/100mL
Berdasarkan data tersebut, maka:
c. Mengapa gas CO2
kelarutannya jauh lebih besar dibandingkan gas O2 dan N2 (2 poin)
d. Tentukanlah perbandingan mol kelarutan gas CO2, O2
dan N2 dalam air. (3 poin)
Berdasarkan kelarutan gas CO2, hitunglah molaritas dan pH larutan yang jenuh dengan CO2.
(H2CO3 : pKa1 = 6,35; pKa2 =10,33) (Ka1 H2CO3=
4,47 x 10-7 ; Ka2 = 4,68 x 10-11)
Soal 3. Emisi gas rumah kaca CO2
dari industri semen (10 poin)
DEPARTEMEN
ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL (2006) melaporkan bahwa di Sulawesi Selatan emisi gas CO2
yang bersumber dari industri semen (Tonasa dan Bosowa) adalah 4,12 juta
ton CO2/tahun. Penyumbang
terbesar emisi gas CO2 pada proses pembuatan semen terutama
bersumber dari kalsinasi (dekomposisi pemanasan temperatur tinggi) mineral
kalsit (CaCO3) menjadi CaO,
sesuai reaksi:
CaCO3 (s) D CaO(s) + CO2 (g)
- Bila intensitas rata rata emisi CO2 produksi semen adalah 222 kg C/ton semen, hitunglah:
i. Berapa ton CaCO3 yang dikalsinasi sesetiap tahunnya.
(3 poin)
ii.
Berapa ton semen yang diproduksi
pertahunnya. (2 poin)
Dekomposisi CaCO3
sesuai reaksi:
CaCO3 (s) D CaO(s) + CO2 (g)
dapat berlangsung pada temperatur tertentu. Dengan menggunakan data termodinamika pada 298 K berikut ini:
|
ZAT
|
DH°f(kJ/mol)
|
S°298 (J/K.mol)
|
|
CaCO3 (s)
|
-1206,1
|
92,9
|
|
CaO(s)
|
-635,09
|
39,75
|
|
CO2 (g)
|
-393,51
|
213,74
|
- Apakah CaCO3 dapat terdekomposisi spontan pada temperatur dan tekanan standard (298K, 1atm). (3 poin)
Soal 4. Gas CO2 sebagai
katalis penguraian ozon (21 poin)
Gas CO2 bukan hanya sebagai gas rumah kaca yang mengakibatkan
pemanasan global. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di atmosfir, keberadaan
gas CO2 juga berfungsi sebagai katalis penguraian ozon (O3)
menjadi O2 melalui pembentukan molekul CO3. Diperkirakan Mekanisme reaksi melalui
pembentukan molekul CO3 yaitu:
CO2 + O3CO3 + O2
CO3 + O3 CO2 + O2
a. Tuliskanlah reaksi total perubahan O3 menjadi O2,
dan jelaskan mengapa CO2 adalah katalis. (3 poin)
b. Gambarkanlah kemungkinan struktur dot
elektron molekul O3 dan CO3 (6 poin)
Karbon dioksida
adalah salah satu katalis untuk dekomposisi (penguraian) ozone menjadi oksigen
:
Kinetika dekomposisi: 2 O3(g) à 3 O2(g)
Reaksi penguraian tersebut dipelajari dengan
pengukuran tekanan campuran reaksi pada 50°C, dan dilakukan dengan dua konsentrasi katalis CO2 yang
berbeda. Pada titik awal reaksi, campuran terdiri dari O3 dan CO2,
dan pada titik akhir reaksi O3 terdekomposisi sempurna menjadi O2.
Data pengamatan
eksperimen berikut ini :
Set data (1) : [CO2(g)]= 0,01 mol/L
|
Waktu, menit.
|
0
|
30
|
60
|
¥
|
|
Ptotal (x105)Pa
|
0,533
|
0,599
|
0,633
|
0,666
|
Set data (2) [CO2(g)]
= 0,005 mol/L
|
Waktu, menit.
|
0
|
30
|
60
|
120
|
¥
|
|
Ptotal (x105)Pa
|
0,399
|
0,440
|
0,466
|
0,500
|
0,533
|
- Berdasarkan pada set data eksperimen pertama, tentukan orde reaksi terhadap ozone dan hitunglah tetapan laju, k’ (6 poin)
- Hitunglah nilai orde a dan b, dan juga tetapan laju, k, untuk persamaan laju deferensial:
d [O3]
= -k [03]a[B]b
dt
dt
(6 poin)
Soal 5. Elektroanalisis (14 poin)
Elektrolisis larutan Na2SO4 dilakukan dalam dua
setengah-reaksi yang dihubungkan dengan jembatan garam. Logam Pt digunakan
sebagai elektroda inert pada kedua setengah-reaksi tersebut.
Pada suatu percobaan, selama elektrolisis
berlangsung larutan di dalam ruang anoda menjadi semakin asam dan larutan di
ruang katoda menjadi semakin basa.
a. Tuliskan
reaksi yang terjadi di anoda dan di katoda pada elektrolisis tersebut. (3
poin)
Ketika elektrolisis dihentikan larutan hasil elektrolisis
dari ruang anoda dicampurkan dengan larutan dari ruang katoda.
b. Tentukan pH
larutan hasil pencampuran tersebut. (2 poin)
Pada percobaan kedua menggunakan sel elektrolisis seperti
yang dijelaskan di atas, 10 mL larutan H2SO4 yang
konsentrasinya tidak diketahui dan beberapa tetes fenolftalin ditambahkan ke
dalam larutan Na2SO4 di ruang katoda. Elektrolisis kemudian dilakukan dengan
mengalirkan arus sebesar 21,5 A sampai larutan di katoda berubah warna menjadi
pink. Larutan di katoda berubah warna setelah
elektrolisis berlangsung selama 683 detik.
c. Hitung
konsentrasi larutan H2SO4 yang ditambahkan. (9 poin)
^_^ GOOD LUCK! ^_^
by : Alchemist Rudy
ouuwwwwwwwww............... hoam zZzZzZ...,,,, wkkwkwkwkwkw
BalasHapuskok nggak ada solusinya????
BalasHapus